Previous slide
Next slide

VISI & MISI UTS

VISI

Extremely eagerness principle estimable own was man.Connection too unaffected expression led son possession.  Men received far his dashwood subjects new. My sufficient surrounded an companions dispatched in on. Connection too unaffected expression led son possession. New smiling friends.

MISI

Civil Unions​

_____________
Cultivated who resolution connection motionless did occasional. Journey promise if it colonel. Can all mirth abode nor hills added.

Civil Unions

Departure so attention pronounce satisfied daughters am. But shy tedious pressed studied opinion entered windows off. Advantage dependent suspicion convinced.

Riset Unggulan

MoU International UTS Dengan Rishihood University, India

Senin, 19/04/2021 UTS telah melaksanakan penandatanganan MoU secara virtual dengan Rishihood University, India. Penandatanganan MoU Internasional ini dilaksanakan oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D dengan Prof. (Dr.) Nitesh Bansal selaku Wakil Rektor Rishihood University. Rishihood University adalah salah satu universitas swasta terbaik di Haryana, Delhi NCR. Rishihood telah memenangkan penghargaan Kolaborator Akademi dan Industri Terbaik di Penghargaan Pendidikan Global 2019 dunia. MoU tersebut meliputi kerjasama dalam bidang akademik, meliputi pertukaran mahasiswa dan faculty members, joint research dan publikasi, program jangka pendek dan pertisipasi dalam seminar internasional. Rektor UTS dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerjasama dengan pihak Rishihood, “mengenal Rishihood sebagai universitas yang fokus pada dampak sosial untuk masyarakat, ini tentu selaras dengan UTS yang juga concern dengan bagaimana melakukan pengembangan masyarakat melalui program-program yang sesuai, contoh Program Merdeka. Kedepan akan banyak program yang bisa dikolaborasikan seperti student exchange dan lainnya.” Tutur Chairul Hudaya.

MoU International UTS Dengan Cademix Institute of Technology, Austria

Selasa, 23/03/2021 telah dilaksanakan Penandatanganan MoU secara virtual antara UTS dengan Cademix Institute of Technology, Vienna, Austria. Cademix Institute of Technology adalah Institut pengembangan dan inovasi penelitian, yang menawarkan siklus inovasi terbuka dan penuh di bidang teknologi berbantuan komputer. Cademix adalah satu konsorsium dengan 6 sektor bisnis yang terkait dengan Teknologi Tinggi dan Desain Berbantuan Komputer, Teknik, Manufaktur, dan Media campuran yang berpusat di Vienna, Austria. Program Cademix seperti program pendidikan dan pelatihan, pusat pengembangan karier dan startup, layanan dan konsultasi teknik, studio animasi dan simulasi, serta pemasaran digital dan sejenisnya. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D dengan Dr. Javad Zarbakhsh President of Cademix Institute of Technology. Turut hadir dalam pertemuan virtual tersebut Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Nurul Izzati, S.Si., M.Sc, Direktur Direktorat Kerjasama Luar Negeri UTS Ery Sofiatry, M.Sc, dan Kepala Humas dan Protokoler UTS Mila Hidayatullah, S.IP., M.M.Inov. Terjalinnya kerjasama antara UTS dengan Cademix bermula sejak tahun 2020 lalu, saat itu Cademix sedang mencari partner dari Indonesia untuk menjalankan beberapa program terkait koor bisnis mereka dibidang keteknikan. Hingga dijumpailah UTS sebagai salah satu kampus teknik yang ada di timur Indonesia. Dipilihnya UTS sendiri adalah karena ‘achievment mahasiswa’ yang telah diraih sejauh ini, sepak terjang UTS seperti prestasi internasional, student exchange, pemagangan internasional dan lainnya. Selain itu juga, karena kiprah UTS yang beberapa kali terlibat dalam event international pun kerjasama internasional. Seiring yang disampaikan oleh Dr. Javad dalam sambutan virtualnya. Perjanjian kerjasama tersebut berisi beberapa hal, diantaranya UTS dan Cademix Institute of Technology sepakat untuk memberikan workshop/training kepada alumni dan mahasiswa UTS yang akan membantu meningkatkan kemampuan mereka sesuai bidang keilmuan (teknik), mempromosikan alumni dan mahasiswa UTS untuk dapat diterima bekerja atau magang di perusahan Eropa (khusus Teknik dan MIPA), memfasilitasi pertukaran staf/dosen ke Eropa. Selain itu, pihak Cademix sepakat ketika ada sivitas akademika UTS baik alumni atau mahasiswa yang komitmen untuk magang atau bekerja di Eropa tetapi masih belum memenuhi persyaratan atau standar, maka Cademix secara konsisten akan memberikan pelatihan penuh untuk ketercapaian tersebut. Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D dalam sambutannya memperkenalkan UTS secara khusus dan Indonesia pada umumnya kepada Dr. Javad. Rektor UTS memberikan apresiasi atas terjalinnya kerjasama ini. “Kami memyambut baik hal ini, terkait fasilitasi yang akan dilakukan oleh Cademix bagi sivitas UTS. Kami berharap kedepan akan ada kegiatan kongkrit sebagai implementasi dari isi MoU yang telah ditandatangani tersebut. UTS merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan ini.” Tutur Chairul Hudaya.

Ground Breaking Integrated Laboratory UTS

Pada 14/03/2021 UTS telah melaksanakan Ground Breaking Integrated Laboratory atau peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Terintegrasi Universitas Teknologi Sumbawa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Wakil Rektor, staf, dosen, rekan-rekan PT. OMT dan segenap sivitas akademika UTS. Lab bersama ini dicanangkan akan dibangun di wilayah selatan kampus, bersebelahan dengan Gedung Perpustakaan UTS. Laboratorium bersama ini dibangun sebagai salah satu upaya universitas untuk peningkatan kualitas dan penigkatan akses masyarakat kampus baik dosen juga mahasiswa khususnya. Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Abdul Hadi Ilman, S.E., M.P.P, Wakil Rektor   III Bidang Riset dan Inovasi Khotibul Umam, S.Si., M.Sc, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Nurul Izzati, S.Si., M.Sc, lalu Direktur Sekolah Pascasarjana Dr. Ir. H. Muhammad Saleh, M.Si, dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Universitas Edy Zatriady, S.T. Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan, ” kedepan Laboratorium Terintegrasi UTS akan sangat mendukung praktek yang khasanah keilmuan para sivitas nya. Penelitian merupakan salah satu poin penting dalam budaya belajar di universitas, penelitian sendiri adalah output dari ketersediaan Lab yang mumpuni di universitas. Hal ini menjadi concern kami universitas saat ini untuk menyediakan wadah tersebut, sebagai hak dari proses belajar mahasiswa. Dengan adanya lab bersama, memungkinkan setiap jurusan dapat melakukan praktek bersama atau dengan lab ini bisa memungkinkan bekerja multi disiplin ilmu.  Yang tentu akan mendorong 2 hal, yaiti peningkatan kualitas dan penigkatan akses (masyarakat ke universitas). Lab terintegrasi ini pun akan mendukung kemunculan prodi-prodi baru di UTS kelak. Saya optimis kita akan semakin lebih baik dan maju.” Ungkap Rektor UTS. Laboratorium Terintegrasi tersebut rencana akan dibangun 2 lantai dengan 6 ruangan yang merepresentasikan seluruh bidang keilmuan yang ada di UTS.

UTS Jadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Konferensi International APO 2021

Asian Productivity Organization (APO) adalah organisasi antar pemerintah yang didirikan pada tahun 1961 yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas di kawasan Asia Pasifik secara mutual kerja sama. APO berkontribusi pada pembangunan sosioekonomi berkelanjutan daerah melalui layanan konsultasi kebijakan dan upaya peningkatan kapasitas kelembagaan. Konferensi APO merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh organisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan penyebaran isu-isu paling mendesak yang dihadapi masyarakat. Ancaman perubahan iklim terhadap mata pencaharian, ketahanan pangan, dan produktivitas merupakan isu vital bagi anggota Asian Productivity Organization (APO). APO yang berkantor pusat di Tokyo, senantiasa menyebarkan informasi tentang teknologi inovasi, kebijakan serta membagikan gagasan dan praktik terbaik untuk dapat meningkatkan produktivitas dalam perubahan iklim. Pada tahun ini Indonesia dipilih sebagai tuan rumah Konferensi International APO 2021. Mengusung tema “Climate-Resilient Agriculture”, APO yang bekerjasama dengan Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian RI mempercayakan Universitas Teknologi Sumbawa sebagai panitia penyelenggara konferensi. Konferensi internasional ini merupakan bagian dari program APO untuk mengatasi perubahan iklim dan memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, khususnya Goal Nomor 13; Tindakan untuk Memerangi Perubahan Iklim dan dampaknya. Program ini menjadi wadah pertukaran informasi serta kontribusi untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pemutakhiran teknologi dalam meningkatkan ketahanan produktivitas pertanian di tengah perubahan iklim, khususnya bagi negara-negara anggota APO. Konferensi international APO 2021 dilaksanakan secara daring pada Selasa, 09/03/2021 tersebut dibawah arahan Rektor UTS oleh Direktorat Kerjasama Luar Negeri, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UTS. Konferensi diikuti oleh 100 orang peserta dari 13 Negara anggota APO yaitu, Bangladesh, Cambodia, India, Indonesia, Islamic Republic of Iran, Malaysia, Nepal, Pakistan, The Phillippines, Republic of China, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam. Dimoderatori oleh Direktur Direktorat Kerjasama Luar Negeri UTS Eri Sofiatry, M.Sc, panel diskusi menghadirkan 5 Pemateri ahli diantaranya, Dr. Arief Budi Witarto (Director Of Sumbawa Techno Park, Indonesia) dengan materi Role of Techno Park to Support Sustainable Farming in UNESCO Appointed Biosphere Reserve of SAMOTA. Mr. André Leu (International Director, Regeneration International, Australia) materi Regerating Soil to Increase Adaptation to and Mitigation of Climate Change.Mr. Harjeet Singh (Global Lead of Climate Change ActionAid International, India) dengan bahasan Participatory Assessment of Climate Impacts on Agriculture and Social Enterprises. Dr. Ahmed Salahuddin (Consultant, International Rice Research Institute, Bangladesh) menyampaikan materi Collective Extension Approach to Climate-smart Alternate Wetting and Drying Technology, dan Drh. IB Windia Adnyana Ph.D (Coordinator of Regional Development Acceleration for West Nusa Tenggara, Lecturer at graduate school of Environmental Science, Udayana University) menjadi pemateri kelima yang menyampaikan bahasan terkait Innovation Strategic in Regulation for Climate-Resilient Argiculture, Case Study: West Nusa Tenggara. Diskusi panel tersebut berlangsung selama 6 jam dan menghasilkan beberapa poin penting yang dapat disimpulkan, bahwasannya saat ini sektor petanian menjadi fokus penting dalam upaya penanganan perubahan iklim. bencana alam yang kian marak adalah salah satu contoh nyata semakin buruknya kondisi iklim dunia. Untuk mengatasi hal tersebut sangat perlu menggunakan berbagai pendekatan, salah satunya pendekatan pertanian. Jika dulu pertanian dianggap sebagai penyebab utama perubahan iklim/penyumbang emisi terbesar, hari ini sektor pertanian justru berbalik menjadi solusi untuk memperlambat efek perubahan iklim dan mengurangi emisi CO2. Membuka konferensi secara resmi, Rektor UTS Chairul Hudaya, Ph.D menyampaikan, “UTS merasa terhormat telah dipercayai menjadi tuan rumah/penyelenggara konferensi ini. Tidak hanya karena sifatnya yang global tetapi juga dapat memberikan juga nilai dan objektif kepada kami. UTS didirikan untuk mengkatalisasi pembangunan di Sumbawa dan kawasan Indonesia Timur dan memastikan bahwa hal itu sejalan dengan upaya kelestarian lingkungan kita. Saat kita berbicara tentang ketahanan lingkungan (Environmental Sustainablity), maka kita juga berbicara tentang masa depan ketahanan pangan, masa depan dari ruang yang kita tempati serta masa depan peradaban manusia. Di UTS, kami berkomitmen untuk berusaha dengan baik untuk berpartisipasi dalam penanganan isu seputar kelestarian lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim. Kami mengarahkan pekerjaan kami dan dampaknya terhadap lingkungan kami ke arah ketahanan yang mapan.Kami baru saja memasang panel surya 25.000 WP yang memasok kebutuhan energi kampus. Kemudian peluncuran Sepeda Motor Listrik dengan brand kami sendiri yaitu NgebUTS kendaraan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Hal ini karena kami menyadari bahwa salah satu tantangan institusi pendidikan tinggi di abad ke-21 adalah menjaga relevansinya dengan lingkungan. ” Tutur Chairul. Lebih jauh Bang Irul akrab Rektor UTS disapa menuturkan, “Kami sadar bahwa universitas kami beroperasi dalam dunia global dan dalam dinamika global dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, kami baru saja merestrukurasi kurikulum kami untuk mendorong mahasiswa dan fakultas untuk terhubung dan berpartisipasi dalam atmosfer global serta terlibat dalam menciptakan manfaat bagi masyarakat lokal yang merupakan komunitas agraris. Seperti dalam program KKN, mahasiswa dapat merangkul dan berkolaborasi dengan masyarakat lokal dalam praktik pertanian. Mereka menawarkan solusi yang mereka pelajari di kampus seperti menciptkan pupuk organik dari limbah yang berada di sekitarnya. Konferensi ini diharapkan akan menjadi kolaborasi yang berkelanjutan anatar UTS dengan semua pihak yang terlibat untuk bersama-sama mengatasi isu yang paling mendesak yang dihadapi oleh komunitas kita.” Pungkas Rektor UTS.